Mengapa email marketing Anda tidak berhasil

Ada satu pertanyaan lucu yang sering dilontarkan orang :


“Apa benar mengemail bisa menghasilkan uang? Emang orang indo baca email?”


Ada juga yang sudah mencoba bilang begini :


“Email marketing tu susah, jarang ada respon dan sering masuk spam, bahkan walau list udah gede”


Oke, mengapa saya mengatakan itu lucu?


Biarkan saya menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan lain : 


Dengan apa anda registrasi dan menyimpan data atau kontak? Dengan apa anda melamar kerja? Dengan apa smartphone android anda berjalan?


Tentu jawabannya satu, email

Lalu jawaban untuk omelan- ehh pernyataan kedua, dan yang paling penting..


Melek akan fakta ini dan bisa menghindarinya akan membuat Anda girang


Mengapa?


Karena ini tak ada bedanya dengan menemukan satu tambang emas baru yang bebas Anda ambil dan kuasai!


Begini parjo, mendekatlah, dongakkan telingamu dan dengar baik – baik :

Jika Anda mengalami itu dan tak kunjung bisa hasilkan penjualan dari email, berarti strategi yang Anda gunakan salah.

“Bagaimana bsia salah?”


“Saya kan mengikuti caranya si xxx, tokoh email marketer ternama di indonesia itu, blablabla”

Oke, kalau begitu mari ganti pertanyaannya :


Darimana Anda tahu bahwa strategi yang digunakan tokoh ‘idola’ Anda itu benar?

Pikirkan sejenak, lets say orang itu merupakan salah satu dari sedikit orang yang pertama coba gunakan email marketing untuk promosi produk bertahun – tahun silam

Di saat filter spam masih sangat tipis dan orang masih asing dengan promosi via email

Salah satu produknya menghasilkan cukup banyak di atas rata – rata , lalu ia ‘pamer’, perlihatkan hasil itu pada banyak orang, kemudian menjual strateginya itu

Apa yang terjadi?


Produk strateginya itu laku keras !


Ia pun dikenal sebagai tokoh hebat, lalu semua orang memuja mengikuti caranya


Maju beberapa tahun mendatang


Saat email selalu dikeroyok promosi, filter spam jadi tebal dan orang sudah kebal dengan teknik promosi yang sama


Sang tokoh dengan kredibilitasnya ngemail dengan lima patah kata untuk jual ‘strategi’nya pun rasanya sudah cukup untuk dapat banyak penjualan masuk


Sedang pengikutnya terus beli produk selanjutnya dan bertanya mengapa strategi sang guru tidak bekerja padanya


Got the point?


Good..

Strategi terbaik untuk memproduksi email yang dapat konversikan penjualan apapun jenis produk atau jasa Anda adalah lewat konten.


Sekarang, yang saya maksud tentu bukan konten informatif yang membosankan ala blog yang kita cari sesekali saat keadaan ‘genting’


Namun konten yang dapat menyentuh pembaca, memberi value berdasar niche Anda


(yang juga jadi alasan mereka subscribe pada Anda)


Membuat mereka terikat dan melihat anda sebagai seorang ahli yang dapat membantu masalah mereka, bukan sales ‘pushy’


Lalu seperti apa isi konten itu, dan bagaimana cara kerjanya?


Well, goal utamanya dalam tiap email yang anda kirim adalah untuk membuat subscriber jadi berpikir begini :

  • “Wow, saya tidak percaya berapa banyak value yang orang ini berikan pada saya dengan gratis!”
  • “Orang ini hebat. Setiap kali ia mengirimkan konten di email saya jadi semakin bertumbuh dan bisa menyelesaikan beberapa masalah spesifik disini dan disana”
  • “Jika free value mereka saja sebegini bagus, bayangkan berapa besar value lain yang bisa saya dapat jika saya benar – benar menjadi klien berbayar!”

Ada bayangan?


Nah dengan 3 poin itu buatlah email dengan konten seperti itu, maka anda akan punya list yang berkualitas


Dan begitulah, dengan cara ini anda seperti melempar batu dan menangkap 3 burung sekaligus :


– Anda jadi dipercaya dan jadi seorang ‘leader’ yang dicari oleh subscriber
– Mendapat otoritas dan kredibilitas di bidang niche
– Kustomer jadi mau berbisnis dengan Anda
Lihat, bukankah itu hebat?


Dan ini adalah formula terkini yang bisa buat Anda startup bisnis dengan produk apapun tanpa harus keluar modal besar yang dapat bersaing di tingkat kecil maupun global


Bahkan bisa juga tanpa perlu punya produk sendiri 


Namun sayangnya metode ini tidak diikuti banyak orang


Kebanyakan orang benar – benar menganggap remeh strategi ‘perkuat relasi’ ini karena butuh proses


Sedang mereka malah habiskan waktu dan uang untuk mencari cara instan berulang kali yang akhirnya hanya memberi mereka recehan dan kustomer kutu loncat

Atau akhirnya lari kembali ke ‘jalur macet jakarta’ di sosial media yang banyak menguras waktu

Ops, sepertinya saya berbicara terlalu banyak, ini bisa menyinggung banyak orang


Namun jika Anda adalah orang yang tidak mudah tersinggung, mau melihat realita yang LEBIH besar lagi untuk dapat mengeruk keuntungan lewat dunia ajaib bernama internet

Maka ini kuncimu, Neo

About the Author Anthony Arsa

Leave a Comment: